Ingatkan Persaingan Global, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Minta Mahasiswa PTKI Lanjutkan Semangat Reformasi

Serang, Banten – Bangsa Indonesia akan menghadapi bonus demograsi di tahun 2045 mendatang. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mengingatkan jangan sampai SDM Indonesia tidak dikelola secara optimal, sebab potensi tersebut sangat jarang dimiliki negara-negara lainnya. Pesan ini disampaikan Ace Hasan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Diklatpimnas) II yang digelar Kementerian Agama RI, Rabu (15/12/2021).

“Kita beruntung karena kita menghadapi bonus demograsi, kita memiliki potensi cukup besar untuk menyiapkan kekuatan yang maju, saat negara lain justru mengalami zero growth. Maka yang harus kita lakukan, yakni reformasi struktural menuju Indonesia Maju 2045, kita harus mampu memanfaatkan bonus demografi dengan sebaik-baiknya,” ucap Ace Hasan.

Politisi Golkar ini juga mengingatkan, keran demokratisasi kian terbuka sangat lebar. Siapapun berhak mengeluarkan pendapat, bahkan kritik selama bersifat konstruktif. Konfigurasi pemerintahan saat ini juga terwujud berdasarkan dari hasil pengejahwantahan semangat reformasi kala itu.

Dikatakan Ace, semangat reformasi dapat dilihat dari posisi trias politica dalam sistem pemerintahan Indonesia saat ini.

“Dulu ketika era pemerintahan Soeharto, atau era orde baru, MPR sebagai lembaga tertinggi negara mampu menetapkan arah haluan negara, menetapkan arah bangsa, termasuk juga menentukan presiden. Namun sekarang pemegang kekuasaan tertinggi adalah rakyat. Dengan melalui pemilihan secara langsung, rakyat dapat memilih Presiden lima tahun sekali, MPR juga dipilih lima tahun sekali. Ini menunjukkan adanya demokratisasi hasil pengejawantahan dari semangat reformasi,” terang Ace.

Di hadapan peserta Diklatpimnas, Ace yang merupakan Ketua IKALUIN Jakarta ini mengungkapkan sejumlah tantangan terbesar yang akan dihadapi para pemuda di masa mendatang. Pertama, pengaruh globalisasi dalam kehidupan dan persaingan antar negara kian tajam.

“Indonesia tidak hidup di ruang tertutup melainkan ruang teerbuka, ekonomi global yang terjadi di Amerika tentu akan berpengaruh pada ekonomi di kampung kita. Pengaruh globalisasi antar negara kian tajam, bagaimana kita bisa mampu bersaing dengan mereka yang juga punya kepentingan yang sama dalam hal politik, supremasi hukum, persaingan dagang, merek dan dominasi lainnya,” tutur Ace.

Tantangan selanjutnya yaitu persoalan narkoba. Ace menegaskan narkoba merupakan upaya terselubung untuk menghancurkan masa depan generasi bangsa secara perlahan. Faktor pengangguran yang tinggi juga menjadi tantangan bangsa ini kedepan.

“Lalu tantangan keempat, kita ini masih menghadapi kesenjangan ekonomi, kesenjangan antar wilayah, Jawa dan luar Jawa yang masih kerap terjadi, kesenjangan pendapatan antara orang kaya dan miskin di kampung. Ini tantangan yang perlu kita pikirkan bersama untuk mencari solusi,” ucapnya.

Tantangan kelima yakni berkembangnya aliran-aliran keagamaan yang tidak sesuai dengan semangat moderasi beragama. Ini ditandai dengan munculnya gerakan radikalis, ekstrimis dan teroris ditengah kehidupan masyarakat.
[16/12 17.34] Ali Muhtarom: Diklatpimnas II Ditutup, Kemenag Optimis Peserta Mampu Jawab Tantangan Global

Serang, Banten – Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Diklatpimnas) II Kementerian Agama RI yang berlangsung selama 6-15 Desember 2021 akhirnya usai. Sebanyak 80 aktivis mahasiswa dari 58 kampus Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Negeri dan 22 PTKI Swasta mengikuti pembekalan secara luring di kampus UIN Sunan Banten.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendis-Kemenag, Suyitno, dalam agenda penutupan menyatakan Diklatpimnas II penting untuk mencetak calon-calon pemimpin unggul di masa depan. Para peserta yang mengikuti pembekalan, kata Suyitno, diharapkan dalam mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapatkan untuk menentukan masa depan mereka.

“Diklatpimnas ini penting. Kalau dalam penelitian itu ada teori naturalistik, kemudian teori by design, lalu ada teori yang menggabungkan antara keduanya yaitu naturalistik dan by design. Nah anda ini didesain sekaligus digali sisi naturalistiknya,” kata Suyitno mengawali sambutannya di Ledian Hotel Serang, Rabu (15/12/2021) malam.

Peserta Diklatpimnas II, kata Suyitno, bebas menentukan pilihan masa depannya sesuai dengan talenta yang dimiliki serta didukung wawasan keilmuan yang dibekali selama pelatihan. Sebab menurutnya, tantangan kedepan sangat kompleks sehingga dibutuhkan calon-calon pemimpin yang disiapkan secara matang dan by design.

“Tantangan kedepan, kita mengandalkan naturalistik saja tidak cukup, by design saja juga tidak ccukup, maka dari itu keduanya harus digabungkan. Diklatpimnas ini sengaja dirancang untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang didesain sesuai dengan tantangan jaman kedepan,” terang Suyitno.

Sebagai pamungkas, Suyitno berpesan agar peserta Diklatpimnas dapat memanfaatkan waktu seluas-luasnya untuk belajar, membantu kepentingan umat, dan berupaya dengan sungguh-sungguh menggapai cita-cita di masa depan sebagai pemimpin yang unggul.

“Anda harus menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang pintar atau fathonah, pemimpin itu harus sosok excellent person, tidak boleh pas-pasan. Maka, adik-adik sekalian harus punya modal inteletual. Terakhir sebagaimana pepatah Jawa, pemimpin itu harus kober atau artinya sempat. Pemimpin harus menyempatkan waktunya demi kepentingan orang banyak, termasuk mengorbankan kepentingan individu,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Wawan Wahyuddin mengaku optimis Diklatpimnas yang diselenggarakan Kemenag selama dua pekan ini akan memberikan dampak positif bagi generasi muda, terutama dalam menyiapkan kapasitas diri mereka menyambut “Indonesia Emas 2045”.

“Pendidikan yang dilakukan seperti kegiatan ini, saya yakin dampaknya disini sangat positif, terutama menyiapkan generasi muda yang mencintai agama, negara dan antar sesama,” kata Wawan.

Wawan juga mengajak seluruh peserta Diklatpimnas agar bersungguh-sungguh memberikan kontribusi pemikiran yang baik, menjaga trilogi kerukunan yakni kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar-umat beragaman, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah guna menggapai cita-cita mewujudkan baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur.

Dalam acara penutupan ini, ada pembacaan naskah deklarasi dan pengambilan komitmen peserta Diklatpimnas II. Selanjutnya pembacaan Surat Keputusan Dirjen Pendis mengenai penetapan penghargaan kepada peserta Diklatpimnas II PTKI se Indonesia yang dikelompokkan dalam lima kategori, diantaranya:

Kategori Peserta Terbaik

  1. Aldila Mayangputeri Rahayu dari IAIN Ponorogo
  2. Bulo dari IAI Syahid Bogor
  3. Dedi Setiawan dari STAIN Sultan Abdurrahman Kepri
  4. Elida Sari Harahap dari IAIN Padang Sidimpuan
  5. Fatikhul Fauzi Mushofahudin Alkarim dari IAIN Cirebon
  6. Eliz Syakinatul Fuada dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

Kategori Peserta Tergiat Aktif dan Partisipatif

  1. Atis Ni’matul Ummah dari STAI Al-Azhar Gresik
  2. Alfian Trisandi dari IAIN Bone
  3. Muhammad Syahrus Shobirin dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Kategori Peserta Terproduktif

  1. Miftakhul Anam dari STAI Al Ustmani Bondowoso
  2. Joko Syahid dari IAIN Fattahul Muluk papua
  3. Zuhrotin Ulya Pratiwi dari IAIN Manado

Kategori Peserta Terpopuler

  1. Rangga Hadi Wibowo dari UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi
  2. Novia Arnila Damayanti dari IAIN Kendari
  3. Salma Nazima dari UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Kategori Peserta Ikonik

  1. Wahyuddin dari IAIN Parepare
  2. Naufal Hanif Firdaus dari UIN Sunan Ampel Surabaya
  3. Indah Sintya dari STAI Maarif Jambi