Kepala BPIP: Islam dan Pancasila Perlu dipahami dalam Bingkai Kebangsaan.

Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D sebagai Narasumber dalam Diklatpimnas Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI

Semarang__Penguatan wawasan kebangsaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Pada saat yang sama, persatuan bangsa menjadi faktor penting dalam membangun bangsa Indonesia.

Keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia, baik dari segi budaya, bahasa, suku, bahkan agama perlu dijaga kelestariannya karena berbagai keragaman tersebut merupakan karakteristik bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia.

Selain itu, yang perlu disyukuri oleh segenap warga bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa adalah karena bangsa Indonesia memiliki ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini disampaikan oleh kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Nasional Dirjen Pendis Direktorat Diktis Kemenag RI.

“Republik ini ada karena dibangun oleh persatuan dari semua elemen bangsa. Kemudian kita semua wajib bersyukur kepada Allah SWT karena memiliki Pancasila yang menjadi ideologi dalam membangun keragaman”. Tegas Prof. Yudian Wahyudi.

Ketika perjuangan merebut kemerdekaan belum dijiwai oleh semangat persatuan, yaitu masih bersifat sporadis dan sendiri-sendiri dari masing-masing wilayah yang terjajah sebagaimana perjuangan sebelumnya, proklamasi kemerdekaan Indonesia sulit diwujudkan, sehingga melalui semangat sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 inilah yang menjadi titik awal menyatukan keragaman bangsa. Tidak ada pemisahan antara kelompok religius, terutama Islam dan nasionalis. Semua bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kemudian kepala BPIP menambahkan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia belum ada tandingannya dalam sejarah peradaban dunia. Melalui persatuan dalam bingkai kebangsaan, Indonesia mampu melakukan revolusi kemerdekaan yang tidak menimbulkan pertumpahan darah karena perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan didasarkan pada semangat persatuan dalam menjunjung tinggi nilai keadilan dan martabat kemanusiaan.

Mengenai hubungan agama, terutama Islam dengan Pancasila, menurut Prof. Yudian, perlu dipahami secara lebih substantif dan komprehensif karena hal ini merupakan persoalan yang sensitif. Banyak kalangan yang belum memahami mengenai esensi dari ajaran agama Islam dan hubungannya dengan Pancasila.

Menurut Prof. Yudian ada pertanyaan penting terkait paham keislaman dan hubungannya dengan Pancasila yang perlu dijawab dengan pendekatan kebangsaan. Pertanyaan tersebut adalah “mengapa Islam harus mengakui Pancasila, sedangkan di dalam ajaran Islam sendiri sudah memiliki kitab suci dan nabi?”.

Pertanyaan tersebut mungkin sulit didapatkan jawabannya ketika tidak dilakukan perenungan dan literasi kebangsaan yang mendalam karena mengaitkan antara agama dan Pancasila.

Namun, menurut kepala BPIP hal tersebut perlu dijawab secara komprehensif melalui pendekatan maqashid syariah dan juga pendekatan konteks kebangsaan serta pendekatan hukum internasional. Untuk itu, terdapat tiga jawaban mengenai mengapa Islam harus mengakui Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara yaitu:

Pertama, spirit perjuangan kemerdekaan yang meniscayakan Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Kedua, adanya legitimasi hukum (Islam) mengenai ijma‘. Artinya, Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama sebagai dasar dan pedoman hidup bagi keragaman bangsa. Ketiga, pengakuan hukum internasional bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia didasarkan pada semangat persatuan yang dibingkai oleh Pancasila sebagai dasar negara.

Diklatpimnas Diktis Ditjen Pendidikan Islam diselenggarakan secara online pada 20-26 Desember 2020 dan dilanjutkan secara offline pada 28-30 Desember 2020. Nara sumber sebelumnya Wakil Menteri Agama RI, Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Diktis Suyitno dan diberikan orientasi oleh Ruchman Basori Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan. (RB/AM).